Profil

Tentang Dr. Dino Patti Djalal

SHORT BIO

Ambassador Dino Pati Djalal

Residence: Jakarta, Indonesia
Email: dinodjalal@gmail.com
Twitter: @dinopattidjalal

Summary:
Presidential Spokesperson and Foreign Policy Advisor (2004-2010)
Ambassador to the United States (2010 - 2013)
Indonesia's Marketeer of the Year 2012
Joined the Presidential race under the ruling Partai Demokrat (2014)
Vice Minister for Foreign Affairs (2014)
Founder of Foreign Policy Community of Indonesia

 


Dino Patti Djalal is a career diplomat and ambassador, best-selling author, accomplished academic, youth activist, app designer (Itunes: "diplomat to do"), Presidential hopeful.

Dino Patti Djalal was born in Belgrade, Yugoslavia on 10th September 1965 into an Indonesian diplomatic family.  As the son of a diplomat, he lived in Jakarta, Yugoslavia, Guinea, Singapore, Washington DC, New York, Ottawa, Vancouver.  As a diplomat, he was posted to London, Dili, Washington DC.

Throughout his life, Dino Patti Djalal has had a mix of Islamic as well as Western education.  He went to Muhamadiyyah elementary and Al-Azhar junior high school and completed his high school in McLean, Virginia.  Subsequently, he earned his Bachelor's Degree in Political Science from Carleton University (Ottawa, Canada); a Masters Degree in Political Science from Simon Fraser University (Vancouver, Canada), and a Ph.D. in International Relations from the London School of Economics and Political Science (London, UK).

Dino Patti Djalal joined Indonesia's Department of Foreign Affairs in 1987.  He quickly rose through the ranks, with postings in London, Dili, and Washington DC.  In 2002, he was appointed Director of North American Affairs.  In 2004, when President Susilo Bambang Yudhoyono began his term, Dino was appointed Special Staff of the President for International Affairs.  In that capacity, Dino assumed many roles: Presidential spokesperson, foreign policy adviser to the President, speech writer.  Dino kept this job for 6 years until 2010, making him the longest serving Presidential spokesperson in Indonesia's modern history.

Dr. Dino Patti Djalal also served on the Board of Commissioners of PT Danareksa (2008 – 2010) an Indonesian state-owned company specializing in financial services.

From 2010 to 2013, Dino served as Indonesia's ambassador to the United States, where he succeeded in elevating bilateral relations to a Comprehensive Partnership.

In early 2014, Dino joined the Convention of the then ruling party Partai Demokrat to select a Presidential candidate.  Dino campaigned as an independent and was not a party member of Partai Demokrat.

In June 2014, Dino was appointed Vice Minister for Foreign Affairs, until October that year.

In 2012, Dr. Dino won the prestigious "Marketeer of the Year", an award that was won by President Joko Widodo when he served as mayor of Solo.  In 2010, Dr. Dino received Bintang Jasa Utama, the state's second highest order of merit; and in 2014, he received Bintang Mahaputra Adipradana, the state's highest medal for meritorious service.

Dr. Dino has authored 9 books.  Most well known is "Harus Bisa", a book about leadership, which became a national best seller in Indonesia with some 2 million copies sold and translated into English, Mandarin, Korean, Russian, French, Arabic, Japanese.

Dr. Dino is also Chairman of the Board of Directors, World Resources Institute (WRI) Indonesia, and a member of Board of Governors of Institute for Peace and Democracy, based in Bali.  He also founded Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) in 2014.  Dr. Dino is also widely known as the father of Indonesian Diasporas, given his role in launching the first World Congress of Indonesian Diasporas in Los Angeles in 2012.

Dr. Dino is a Guinness World Record Holder for the largest angklung ensemble, which he organized in 2011 at the National Monument in Washington DC.  With over 250,000 followers, Dr. Dino has been called "the Twitter ambassador".

Dr. Dino is married to Rosa Rai Djalal and they are blessed with 3 children.  They live in Jakarta, Indonesia.



BIO SINGKAT

Duta Besar Dino Patti Djalal

Tempat Tinggal : Jakarta, Indonesia
Email: dinodjalal@gmail.com
Twitter: @dinopattidjalal

Ringkasan:
Juru Bicara Presiden dan Penasihat Kebijakan Luar Negeri (2004-2010)
Duta Besar untuk Amerika Serikat (2010 - 2013)
Indonesia's Marketeer of the Year 2012
Sebagai salah satu kandidat calon Presiden untuk Partai Demokrat (2014)
Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (2014) Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia


Dino Patti Djalal merupakan seorang Diplomat dan Duta Besar Republik Indonesia. Beliau juga merupakan seorang Penulis, Akademisi, Aktivis Muda, Perancang Aplikasi (Itunes: "diplomat to do") dan diusung menjadi calon Presiden.

Dino Patti Djalal lahir di Belgrade, Yugoslavia pada 10 September 1965 terlahir dari keluar diplomat.  Sebagai putra seorang diplomat, Ia pernah tinggal di Jakarta, Yugoslavia, Guinea, Singapore, Washington DC, New York, Ottawa dan Vancouver.  Sebagai seorang diplomat, Ia pernah ditempatkan di London, Dili dan Washington DC.

Selama hidupnya, Ia menempuh jenjang pendidikan yang dipadukan dengan pendidikan Islam dan budaya Pendidikan Barat. Ia menempuh Sekolah Dasar di Muhamadiyyah dan Sekolah Menengah Pertama di Al Azhar, dan menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas di McLean, Virginia.  Selanjutnya, Ia memperoleh gelar Sarjananya di Universitas Carleton (Ottawa, Canada) jurusan Ilmu Politik; gelar Master di Universitas Simon Fraser (Vancouver, Canada) jurusan Ilmu Politik dan gelar Ph.D. di the London School of Economics and Political Science jurusan Hubungan Internasional.

Dino Patti Djalal bergabung dengan Departemen Luar Negeri pada tahun 1987. Karirnya semakin cepat naik dengan penempatan di London, Dili dan Washington DC. Pada tahun 2002, Ia ditunjuk sebagai Direktur untuk urusan Amerika Utara. Pada 2004, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memulai kepemimpinannya, Ia ditunjuk sebagai staf ahli untuk urusan luar negeri. Pada jabatannya, Ia bertanggung akan banyak hal: Juru bicara Presiden, penasihat kebijakan luar negeri untuk presiden, penulis pidato Presiden. Ia menjabat selama 6 tahun hingga tahun 2010, menempatkannya sebagai juru bicara Presiden terlama pada era modern pemerintahan Indonesia.

Dr. Dino Patti Djalal juga menjadi Dewan Komisaris di PT Danareksa (2008-2010), sebuah BUMN Republik Indonesia yang berspesialisasi di jasa keuangan.

Sejak 2010 hingga 2013, Dino mengabdi sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, dimana Ia sukses meningkatkan hubungan bilateral kedua negara menjadi kemitraan yang lebih komprehensif.

Di awal 2014, Dino tergabung dalam konvensi Partai Demokrat untuk kandidat Presiden Republik Indonesia. Ia berkampanye secara independen dan tidak tergabung sebagai anggota Partai Demokrat.

Pada Juni 2014, Dino ditunjuk sebagai Wakil Menteri untuk Kementerian Luar Negeri, hingga bulan Oktober di tahun tersebut. Pada 2012, Dr. Dino dianugerahi sebagai “Marketeer of the Year”, penghargaan yang dimenangkan oleh Presiden Joko Widodo ketika Ia menjabat sebagai sebagai Walikota Kota Solo. Ditahun 2010, Dr. Dino mendapatkan Bintang Jasa Utama, Dan ditahun 2014, Ia juga mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputra Adipranan.

Dr. Dino telah menulis 9 buku. Bukunya yang paling terkenal adalah “Harus Bisa”, sebuah buku yang mengenai kepemimpinan, yang menjadi buku Indonesia yang paling laku dengan jumlah 2 juta kopi dan diterjemahkan kedalam Bahasa Inggris, Mandarin, Korea, Rusia, Prancis, Arab dan Jepang.

Dr. Dino juga merupakan Ketua Dewan Direksi dari World Resources Institute (WRI) Indonesia dan merupakan anggota Dewan Gubernur dari Institute for Peace and Democracy yang bertempat di Bali. Ia juga merupakan pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) pada tahun 2014. Dr. Dino juga dikenal sebagai Bapak dari Diaspora Indonesia, mengingat perannya dalam penyelenggaraan Kongres Indonesia Pertama di Los Angeles pada tahun 2012.

Dr. Dino merupakan pemegang rekor dunia Guinness untuk penyelenggaran ansambel angklung terbesar, yang diadakan pada tahun 2011 di National Monument, Washington DC. Dengan jumlah lebih dari 250,000 peserta. Dr. Dino juga disebut sebagai “the Twitter Ambassador”

Dr. Dino menikah dengan Rosa Rai Djalal. Mereka telah dikaruniai 3 orang anak dan sekarang mereka tinggal di Jakarta, Indonesia.