Aktifitas Terakhir Detail

Dino Usulkan Program Lintas Budaya Nasional

Denpasar, 18 Februari 2014 - Menjawab pertanyaan moderator, sosiolog Thamrin Amal Tomagola mengenai budaya Indonesia yang cenderung inklusif, peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat Dino Patti Djalal mencetuskan kekhawatiran bahwa saat ini di Indonesia hanya orang Minang yang belajar atau melestarikan budaya Minang, atau orang Bali yang melestarikan budaya Bali.

“Karena itu saya mengusulkan agar diluncurkan program lintas budaya, sehingga budaya bisa dipelajari dan dilestarikan oleh seluruh kelompok masyarakat secara terbuka”. Menurut Dino pengembangan budaya seyogyanya tidak bersifat diskriminatif, dan harus bersifat terbuka.

Sebelumnya dalam pidato pembukaannya, Dino menceritakan bahwa saat dirinya menjadi Duta Besar di AS, salah satu yang dilakukannya adalah membangun patung Dewi Saraswati setinggi sekitar 5 meter di kompleks KBRI di Washington DC. Patung Saraswati itu menurutnya adalah hadiah rakyat Bali bagi masyarakat internasional dan kini setiap hari menjadi obyek wisatawan di kota Washington.

“Investasi pembangunan patung tidak terlalu besar, tapi akan dinikmati sepanjang masa,” ujar Dino.

Dino yang mengusung konsep” Nasionalisme Unggul” menegaskan bahwa budaya unggul hanya bisa terjadi bila kearifan lokal dan modernitas mampu tumbuh sinergi secara bersama-sama. Dalam konteks ini menurutnya, Bali mempunyai keunggulan luar biasa karena memberikan kontribusi yang sangat besar di pentas internasional seperti melalui Bali Democracy Forum, World Cultural Forum yang sudah dua kali dilaksanakan di Bali, serta konsep Tri Vita Karana yang diakui sebagai warisan dunia.

“Budaya Bali harus menginspirasi budaya-budaya lainnya di Indonesia agar mampu ungguli di pentas internasional,” urai Dino selanjutnya.

JIka menjadi Presiden, Dino mengaku sudah menyiapkan program-program budaya yang mendukung pembangunan desa adat unggulan, program riset budaya, dan juga penyusunan buku dan indeks budaya dan kearifan lokal. 

Konvensi calon presiden Partai Demokrat mengadakan debat bernegara di antara 10 peserta konvensi di Hotel Aston di Denpasar, Bali (18/2). Hanya 10 orang dari 11 peserta yang berpartisipasi dalam debat di Denpasar kali ini, karena Ketua DPR RI Marzuki Ali yang sedang melaksanakan tugas kenegaraan berhalangan hadir.

Tema sosial budaya dan kesejahteraan rakyat menjadi topik utama yang  dibahas dalam acara debat tersebut.

Debat itu dibagi dalam dua sesi, yaitu empat peserta di sesi pertama dan enam peserta pada sesi kedua. Sesi pertama dilaksanakan pukul 16.00-18.30 WIB, sementara untuk sesi kedua dilaksanakan pukul 19.25-22.00 WIB.

Selain Dino Patti Djalan, peserta lainnya yang bertarung pada debat di Bali adalah Hayono Isman, Dahlan Iskan, Gita Wirjawan, Anies Baswedan, Endriartono Sutarto, Ali Masykur Musa, Irman Gusman, Pramono Edhie, dan Sinyo Harry Sarundajang.

0 Komentar